Ignorar -bahasa Portugal, Ignore -bahasa Inggris atau abaikan -bahasa Indonesia
niat baik tidak selalu mendapat tanggapan baik
saya mengalami ini, contoh saat saya tuliskan di sebuah forum internet, ajakan sumbang buku untuk taman bacaan, saat itu ada satu komentar dari bule, awalnya saya senang saat dia katakan mau kirim buku dan dia akan ke Jakarta akhir bulan ini
lalu pada saat saya buka profile-nya, wah…dia 180 derajat berbeda…dia tulis “buku, benda macam apa itu???”
wah iseng saya tanya…
Mila : saya senang kamu membalas postingan saya dan mau membantu kirim buku, tetapi jika saya lihat profil kamu, kamu sama sekali tidak suka buku ya
dia : iya saya cuma joke aja, lagian kamu aneh kenapa posting kayak gitu di internet, saya di Sydney dan kamu di Jakarta, emang kamu pikir akan ada orang yang mau ngurusin hal2 kayak gitu, ga penting banget sih
Mila : saya rasa ga da yang aneh dengan saya posting di internet, dan teman-teman saya ada yang rencana kirim juga kok ada yang dari UK dll, kalau kamu tidak suka tidak seharusnya kamu seperti itu, niat saya baik untuk membuat taman bacaan
dia : saya bisa aja nerusin perdebatan ini kalau saya mau, tapi saya rasa, saya buang2 waktu
&*^*%=%$*(()_)*^$@ OH MY GOSH….
wah bener2 nih baru kali ini aku ketemu bule yang nyinyir, yah kebayang sih dari kata2nya latar belakang pendidikan dia, pekerjaan, penghasilan, dan posisi dia di masyarakat kayak apa (analisa Conan-nya saya keluar)
tapi bagi saya ga penting ngurusin hal yang beginian
so ignore aja…
buat apa saya sibuk demi satu orang nyebelin dan mengabaikan orang2 menyenangkan?
jika ada seratus orang tidak mungkin keseratusnya suka atau setuju dengan kita
saat ini berhubung kumpulan bukunya masih sedikit, untuk taman bacaan tampaknya tidak bisa dalam waktu dekat, tapi tetap ini jadi mimpi saya, alternatifnya buku2 ini saya hibahkan ke taman bacaan yang memang sudah punya reputasi bagus di Manggarai Jakarta (mudah2an ini ga termasuk riya’ yah)
umi berkata
cb kontak mba agny-dian nenk..
merka kan book-addict…^^
jazzcorpio berkata
hehe udah kuhibahkan ke taman bacaan jeng…
len berkata
setujuuu..
lebih baik kita sibuk dengan orang2 yg menyenangkan dari pada yg menyebalkan…
yg menyebalkan tinggal aja di belakang
)