Ia hadir di pagi yang dini
di atasnya langit berwarna abu-abu
dan embun di kakinya

Ia datang dan pergi
seperti benda langit
tidak tetap di tempatnya

Ia hadir saat rindu tak tersentuh
oleh waktu-waktu yang kosong tanpanya

Mungkin ia hanya laki-laki
semahir pemain layang-layang
mengulur dan menarik gelasannya

Telah lama ia ada
dan kubelum sungguh mengenalnya
sosoknya diliputi misteri
buatku ingin menyibaknya
berharap ada keindahan di baliknya

Iklan