setelah menyelesaikan buku Musashi yang lumayan berat (krn perang n samurai melulu ceritanya)

saya menyimpan syair2nya…

bulan yang memancarkan sinar ke air yang tiada…dalam sumur yang belum di gali…menghasilkan manusia tanpa bayangan atau bentuk

barangsiapa mengenali dirinya dan mengenal musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah…barangsiapa yang mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya

dawai-dawai besar mendengung seperti hujan…dawai-dawai kecil berbisik seperti rahasia, mendengung…berbisik dan kemudian berbaur… seperti mencurahkan mutiara kecil-kecil…kedalam piring baru jadi… kita mendengar kepodang yang berkilauan…walau tersembunyi dalam bunga… kita mendengar kali tersedu sedih di sepanjang tepian pasir…kalau dihentikan sentuhan dinginnya dawai itu bagai putus…seakan tidak terus tapi nada-nada yang menghilang kedasar kesedihan dan persembunyian ratapan…lebih dapat ia bersedia dalam diam daripada dalam bunyi…sebuah jambangan tiba-tiba pecah..dan airnya tumpah…dan kuda-kuda berketopong melompat…dan senjata-senjata membentur dan menghantam…dan sebelum ia menjatuhkan beliungnya…ia akhiri permainan dengan dengan satu pukulan… dan keempat dawai itu memperdengarkan satu bunyi, perbaikan sutera yang koyak

walaupun kelihatannya panjang, hidup ini sebenarnya pendek sekali…jagalah dirimu sebaik-baiknya

sekilas cahaya bulan dari balik pepohonan, lebih memberi kenang-kenangan daripada bunga-bunga malang yang layu malam demi malam,  walaupun orang tertawa sementara aku tersedu dalam mabuk, kukirimkan sepatah kata kenangan ini padamu

manusia tidak pernah meninggalkan rasa cinta dan benci selama hidupnya… gelombang perasaan datang dan pergi bersama seiring dengan waktu…dunia ini selalu penuh dengan bunyi gelombang…ikan-ikan kecil menyerahkan diri mereka kepada gelombang, menari menyanyi dan bermain…tapi siapa yang bisa mengenal hati laut tiga puluh meter di bawahnya… siapa yang kenal akan kedalamannya

 

^_^

Iklan