Tulisan ini tersimpan lama sekali sebagai konsep saja dan baru sekarang saya bulatkan…

tergelitik hati saya untuk mengenal siapa yang dimaksud dengan alay, sampai akhirnya iseng googling  dan kebetulan ada beberapa email forward-an teman saya yang anti alay juga ajakan gabung grup facebook anti alay…

alay yang diartikan anak layangan

pada beberapa blog yang saya baca cenderung mengidentikkan alay itu kampungan, sampah, strata terendah dalam pergaulan, bahkan teman saya yang ‘brilian’ itu dalam emailnya menyumpah-nyumpahi alay sebagai makhluk ga penting yang perlu diberantas… oh my God

jika yang dimasalahkan adalah penulisan karakter sms besar kecil bercampur angka (istilah saya mix), saya juga punya teman yang usia belasan…yang terbiasa sms mix,  tapi saya minta  smsnya ke saya jangan di-mix

jika yang dimasalahkan adalah selera fashion, musik, dan kebiasaan foto saya rasa sah2 saja mereka punya selera seperti itu, “yang masalahin yang ngeliat Mil” kata teman saya

wah kalau semua sama seperti kita, potongan rambut seragam, selera baju seragam, musik seragam…alangkah ga berwarnanya…kalo saya pribadi sih bukan orang mass production dan bodo amat dengan selera orang lain

saya rasa waktu abg kita rata2 juga idols dengan band tertentu (yang saat itu booming)  saya justru melihat alay adalah bagian dari budaya itu sendiri…ya secara band yang sekarang booming band melayu2an

semakin kesini, pengertian kata alay semakin luas, tingkah berlebihan-lebay disebut alay, cewe2 bersuara manja disebut alay, anak gank disebut alay, orang gak punya pendirian disebut alay juga

jadi semakin bingung…alay yang sebenar2nya tuh yang mana…

Iklan